Pacar Terlalu Posesif Itu Tidak Sehat, Cepat Atasi

pacar posesif

Posesif itu tidak sehat. Pernah melihat atau kenal dengan seseorang yang memiliki pacar yang posesif? Beberapa waktu lalu, saya menonton salah satu film yang cukup menjadi sorotan sejak di hari penayangannya. Judulnya Posesif. Kenapa saya katakan seperti itu? Film itu menjadi sorotan karena mengambil tema yang cukup menarik di kalangan anak muda, dari remaja atau bahkan kaum dewasa muda yang sedang berada dalam masa-masa menjalin cinta dengan lawan jenis. Bagaimana tidak, pasti diantara kalian yang membaca tulisan ini pernah mengalami atau melihat kerabat kalian terlibat dalam jalinan hubungan yang posesif.

Apa sih sikap posesif itu?

Banyak orang mengatakan, terutama bagi pelaku hubungan posesif mengatakan bahwa sikap itu adalah tanda cinta, tanda sayang, dan tanda peduli. Mereka membenarkan rasa memiliki yang berlebihan itu adalah sesuatu yang sehat dan wajar. Bahkan, sebagian besar orang, mungkin bahkan tidak merasa bahwa mereka bersikap terlalu berlebihan.



Ketika memiliki pasangan yang posesif, seseorang akan kehilangan atau terganggu kehidupan sosialnya, karena ia harus selalu keep in touch dengan pacarnya. Dikit-dikit harus kasih kabar. Berteman dengan lawan jenis pun di larang. Bahkan dalam beberapa kasus yang ekstrim, adapula yang sampai meneror mantan pacar yang masih berteman dengan pacarnya. Kalau sudah begini, kira-kira apa yang terjadi?

Baca juga : kegelisahan masa kini

Beda rasa cemburu yang wajar dan yang berlebihan

Saat seseorang memiliki rasa cinta pada lawan jenis, dalam hidupnya pasti ia akan mengalami rasa cemburu. Hal itu adalah sesuatu yang wajar jika memang terjadi secara wajar. Contohnya ketika mungkin pacar kita lebih dekat dan lebih tampak nyaman dengan orang lain yang mungkin berpotensi dalam merusak hubungan percintaan kita.

Cemburu itu boleh-boleh saja, tapi, ketika rasa cemburu itu sudah mulai tidak wajar, hati-hati. Untuk seseorang yang posesif, rasa cemburu yang dia alami akan tampak berlebihan. Bisa saja ia cemburu dengan semua orang dan ia tidak mau mencari solusi bersama. Pikirnya, kamu tidak boleh dekat dengan siapapun selain dengannya. Itu tidak sehat, bukan?

 

Posesif itu merupakan tanda kurangnya kepercayaan diri

Ketika seseorang merasa tidak aman dengan orang sekitarnya, apalagi tidak yakin dengan dirinya sendiri, maka ia akan berusaha untuk menjauhkan segala pengganggu dari pacarnya. Ia akan mencurigai apapun yang kamu lakukan dan dengan siapa kamu beraktivitas.

Jika seseorang membenarkan sikap posesifnya, dengan alasan karena ia terlalu mencintainya, justru itu salah. Itu karena ia tidak yakin dengan dirinya. Kalau seseorang percaya diri, maka seharusnya ia yakin jika dirinya adalah yang terbaik, dan pasangan tidak akan sempat melirik yang lainnya karena ia adalah yang terbaik.

Ketika seseorang memang benar cinta pada pasangan, maka tidak perlu menjadi posesif. Ia hanya perlu mempercayai pacarnya dengan setulus hati. Jika ia merusak kepercayaanmu, mudah saja, berarti memang ada yang salah dengan hubungan kalian. Selanjutnya itu terserah, apakah akan di lanjutkan atau tidak. Lagipula, pacarmu itu juga makhluk sosial yang butuh berinteraksi dengan orang lain.

 

Berubahlah dan coba untuk berpikir positif terhadap diri sendiri

Jika kamu adalah salah satu dari sekian banyak orang yang posesif ke pasangannya, sebaiknya segera interospeksi diri dan berubah. Memiliki pasangan yang posesif itu tidak nyaman, dan kemudian, kemungkinan pasangan kalian meninggalkan kalian justru akan semakin besar. Tidak mau bukan?

Cobalah mulai sekarang belajar menghargai diri sendiri, cobalah untuk yakin bahwa kamu adalah pribadi yang sempurna untuk mendampingi pasangan hidupmu itu. Karena, ketika rasa yakin itu besar, maka tidak ada alasan lagi untuk bersikap posesif terhadap pasanganmu.

Posesif Itu Tidak Sehat
Bagikan
Tag pada:        

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *