[Review] Let Me Eat Your Pancreas | Anastanindya - The Story

review Let me eat your pancreas

Belum lama ini, aku menonton film yang berjudul Let Me Eat Your Pancreas, atau dalam bahasa jepangnya Kimi no Suizo wo Tabetai. Entah mengapa, setelah menyelesaikan film itu, rasa-rasanya ingin sekali langsung memberikan review. Tapi berhubung ada kewajiban lain yang lebih mendesak, jadi baru sempat untuk menulisnya.

Jadi, film yang diperankan oleh Shun Oguri, Minami Hamabe dan Takumi Kitamura ini sebenarnya merupakan adaptasi dari novel berjudul sama yang ditulis oleh Yoru Sumino. Kalau di lihat-lihat dari judulnya, rasa-rasanya akan terdengar sebagai novel bergenre horror atau thriller, tapi ternyata sama sekali bukan. Cerita dari novel maupun film ini aslinya adalah kisah romantis antara anak remaja.



Pertama kali aku tahu tentang film ini adalah ketika aku melihat novel ini di toko buku. Jujur aku awalnya tidak terlalu tertarik, entah karena apa, sebelum pada akhirnya salah seorang teman merekomendasikan filmnya.

Sinopsis Let Me Eat Your Pancreas

Cerita berawal dari Haruki dewasa, diperankan oleh Shun Oguri, yang merupakan seorang guru, dimana dia adalah seseorang yang masih ragu-ragu menjalani profesinya. Selama ini ia masih ditengah rasa bimbang apakah ini memang sudah menjadi keinginannya atau tidak. Berulang kali ia berpikir untuk mengajukan surat pengunduran diri karena merasa bahwa ia tidak layak untuk menjadi seorang guru, hingga saat dimana ia ditunjuk untuk menjadi pembimbing di perpustakaan. Di sana, semua kenangan yang ia lalui bersama Sakura terulang kembali dalam benaknya.

Ketika itu, Haruki remaja tidak sengaja membaca buku diary bersama penyakit milik Sakura. Setelah kejadian itu, Sakura yang penasaran dengan teman sekelasnya itu, memutuskan untuk mendekati Haruki dan ingin menghabiskan sisa waktunya bersama dengannya hingga ia pergi. Sakura yang ceria dan populer, dengan Haruki si cowok kaku. Berulang kali Haruki dibuat kesal karena Sakura yang dengan seenaknya mengajak Haruki untuk jalan-jalan, yang pada akhirnya tetap saja dituruti.

Review Mengenai Film Let Me Eat Your Pancreas

Kesan yang aku dapat setelah menyelesaikannya hingga akhir adalah bahwa film ini sangat keren. Aku harus acungi jempol untuk sinematografinya. Berulang kali, hal-hal yang ditayangkan itu membuatku berdecak kagum. Bunga sakura, juga berbagai pemandangan lainnya yang diambil dengan sempurna.

Selain dari sisi sinematografi, plotnya juga menarik. Kalau dilihat dari plotnya, mungkin akan terlihat bahwa ceritanya sangat klise. Film sedih yang standar dimana pemeran utamanya meninggal karena suatu penyakit, tapi nyatanya tidak seperti itu.

“Kemampuan untuk diakui, dicintai, dibenci, juga berpegangan tangan dengan seseorang, dipeluk, saling merindukan. Itulah makna untuk hidup. Mencintai tapi membenci, bahagia tapi menderita, kumpulan dari itu semua adalah bukti bahwa aku hidup.”

Sekali lagi, aku tidak mengatakan cerita ini bukannya ringan, hanya saja mudah di pahami. Tidak terlalu banyak konflik yang dibahas di dalamnya. Kisah mereka berputar antara kehidupan Sakura dan Haruki. Tentang bagaimana Sakura menghabiskan waktunya dengan ceria sebelum ia mati. Juga tentang Haruki, si pria kaku nan pendiam yang ditarik ke dalam hidup seorang gadis populer. Bahkan, endingnya pun sebenarnya sudah dapat dipastikan akan berakhir sedih karena penyakit yang diderita oleh Sakura.

Chemistry Antara Takumi Kitamura dan Minami Hamabe

Menurutku, yang membuat cerita ini menarik adalah akting memukau dari setiap tokoh, juga dari dialog yang digunakan. Konyol, ringan, tapi banyak sekali kalimat-kalimat yang membuatku meneteskan air mata bahkan di antara tawa pemainnya. Jujur saja, walau sudah tahu endingnya seperti apa, tapi dari pertengahan hingga akhir, mataku banjir. Puncak-puncaknya adalah ketika Haruki membaca buku diary bersama penyakit milik Sakura untuk pertama kalinya.

Chemistry antara Takumi Kitamura dengan Minami Hamabe harus diacungi jempol. Walau bisa dikatakan mereka hanya berteman, sahabat, atau apa yang menyebutnya, tapi tetap membuatku terbawa perasaan akan hubungan mereka. Apalagi dengan Takumi sebagai Haruki remaja yang kaku nan kikuk seperti itu dengan Minami sebagai Sakura yang luar biasa seenaknya dan ceria.

Buatku, film ini sangat menarik, benar-benar menarik. Walau aku agak bahkan sangat telat nontonnya, tapi aku akan merekomendasikan film ini buat kalian yang suka dengan kisah-kisah yang membuat terisak-isak namun dengan kisah yang ringan.

 

Review Film Let Me Eat Your Pancreas
Bagikan
Tag pada:    

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *