Manusia dan Ego : Ego Sebagai Pedang Bermata Dua | Anastanindya - The Story

Manusia dan ego

Manusia butuh memuaskan diri

Hal yang membedakan seorang manusia dengan makhluk hidup lainnya adalah pola pikir. Manusia diberkahi dengan akal budi untuk bertahan hidup, sementara makhluk lainnya hanya bertahan hidup dengan mengandalkan insting. Akal budi yang dimiliki oleh manusia, membentuk suatu pola pikir tertentu yang pada akhirnya digunakan untuk mengambil suatu keputusan, menciptakan suatu keinginan, dan memuaskan diri.



Ketika seorang manusia dihadapkan pada suatu hal, baik itu masalah ataupun kesenangan, ego yang dimiliki akan bertindak, bahkan terkadang secara tidak rasional. Kebanyakan manusia akan memilih untuk memuaskan, mencari pembenaran, ataupun hal-hal lain yang akan membuat diri mereka bahagia, tentram, maupun damai. Banyak orang yang bahkan tidak memikirkan orang lain. Entah bagaimana orang lain berpendapat, orang lain bertindak, dan yang parah adalah tidak memikirkan perasaan orang lain.

Baca juga : Melihat dari Sudut Pandang Positif

Ego adalah pedang bermata dua

Dikarenakan hal yang bernama ego tersebut, seringkali seseorang yang tidak puas akan dirinya sendiri akan berusaha mencari pembenaran bahwa dirinya lebih baik dari orang lain dari segala aspek. Baguslah jika ia mencari pembenaran tersebut dengan berusaha mengembangkan dirinya sendiri. Entah dengan bekerja dan belajar lebih giat atau hal lainnya. Yang buruk adalah jika ia mencari pembenaran dengan mencari celah atau kekurangan orang lain yang ia gunakan untuk menjatuhkannya dan kemudian meninggikan dirinya sendiri.

Satu kata bernama ego, bagaikan pedang bermata dua. Ia dapat menjadi bumerang, maupun sebagai sesuatu yang dapat membuat manusia berkembang. Ego membuat manusia ingin dipuji, ingin ditinggikan, namun ego juga membuat orang mampu berkembang. Mengembangkan diri agar memenuhi syarat dalam setiap hal yang ada di dalam hidupnya.

Lucunya, terkadang ketika kata-kata bernama ego tersebut sudah mendominasi, akal sehat manusia justru tertekan. Ada kalanya pertemanan, keluarga, maupun pekerjaan bisa hancur karenanya.

Baca juga : Apakah Kamu Sudah Merasa Bahagia

Mengendalikan ego

Manusia dan ego tidak dapat dipisahkan karena itu adalah sesuatu yang akan selalu muncul dalam pikiran seseorang. Akal budi yang dimiliki, membuatnya memiliki suatu keinginan, penolakan, dan hal-hal lainnya. Akan tetapi, manusia yang baik, akan dapat mengendalikan ego mereka. Menekan segala keinginan dan perasaan yang tidak penting, bahkan tidak baik untuk diri mereka sendiri. Seseorang yang sudah sampai pada tahap mengendalikan egonya sendiri, mengarahkannya pada hal baik, adalah manusia yang sempurna.

 

Manusia dan Ego
Bagikan
Tag pada:    

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *