Aku Bahagia

Sisa-sisa hujan sepuluh menit lalu masih menyisakan kenangan bagi orang yang berlalu lalang. Langit berwarna jingga, hampir gelap. Daun-daun kering bercampur dengan genangan air. Semua hal itu selalu dinantikan oleh sesosok pria yang kini duduk di balik jendela. Ia menyukai

Jika Aku Pergi

  “Kalau suatu saat nanti aku pergi atau menyukai pria lain bagaimana?” Alex yang tengah mengaduk kopinya, menghentikan aktivitasnya. Ia kemudian memutar tubuhnya, menatap gadis yang menghampirinya. Ia tidak menjawab, hanya menerka-nerka apa yang sebenarnya ingin dikatakan olehnya.