ANASTANINDYA

Akasia

Gadis kecil itu kemudian berlari kecil menuju pohon akasia yang ada di dekat mereka dan mengambil sebongkah batu pipih dari bawah kakinya. Ia berpikir sejenak dan kemudian menuliskan sesuatu pada batang besar itu dengan batu yang ditemukannya.

The Last Chocolate

Seketika air mataku tertahan di ujung pelupuk mataku ketika aku melihat apa yang ada di dalamnya. Sebuah cincin dengan ukiran inisial namaku dan namanya. D untuk Dina namaku, dan A untuk Adit. Raditya Purnomo.

“Yah, aku memang menyukainya. Dengan menghirupnya saja aku merasa relaks. Andai saja rasa kopi itu manis, aku pasti tanpa ragu akan menyesap seluruh kopi yang kau miliki.”

Ah, jadi begini rasanya
Aku kini tahu
Bagaimana hatinya kala itu

kepada angin yang berhembus

“Belajar menulis adalah belajar menangkap momen kehidupan dengan penghayatan paling total yang paling mungkin dilakukan oleh manusia.”

Bagikan